[Ebook] Bid’ah : Kaidah Ahlussunnah Wal Jama’ah

Kaidah Ahlussunnah Wal Jama'ah

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orangorang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Fushilat: 33-36).

Syaikhul Islam Taqiyudin Ahmad bin Taimiyyah Rahimahullah berkata ” Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Suci berfirman yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar taawa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) ber•musuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang naar, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada diantarakamu segolongan umatymgmenyemkepadakebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang berceraiberai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat, pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu”. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya”. (Ali-Imran: 102-107).


Judul Asli : Qoidatu Ahlussunah Wal Jama’ah
Penulis : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Penerbit : Daarul Wathan 21
Penerjemah : Abu Umar Abdillah Asy-Syarif
Editor : Team At-Tibyan
Desain Sampul : Studio Raffisual
Setting & Lay Out : Studio At-Tibyan
Cetakan Pertama : Januari 2002
Penerbit : At-Tibyan
Uukuran : 3.18 MB
Tebal : 65 Halaman

Download :

Klik -> https://inval.id/url/pdkaswj

You may also like...